Selasa, 11 Januari 2011

DFD dan ERD


Pengertian DFD
Data flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan sustu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, harddisk, tape, diskette, dan lain sebagianya).
Simbol-sombol yang digunakan di DFD mewakili maksud tertentu, yaitu:
1. External entity (kesatuan Luar) atau boundary (batas sistem)
Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada di lingkungan luarnya yang memberikan input atau menerima output dari sistem.
atau
2. Data flow (arus data)
Arus data di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan, dan kesatuan luar.
3. Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
atau
4. Data store (simpanan data)
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau database di komputer, suatu arsip atau catatan manual dan lain sebagainya.

Pengertian ERD
- ERD (Entity Relationship Diagram) adalah gambaran mengenai berelasinya antarentitas.
- Sistem adalah kumpulan elemen yang setiap elemen memiliki fungsi masing-masing dan secara bersama-sama mencapai tujuan dari sistem tersebut.
- ‘Kebersama-sama’-an dari sistem di atas dilambangkan dengan saling berelasinya antara satu entitas dengan entitas lainnya
- Entitas (entity/ entity set), memiliki banyak istilah di dalam ilmu komputer, seperti tabel (table), berkas (data file), penyimpan data (data store), dan sebagainya
Komponen-komponen ERD
1.  Entitas dan Atribut
- Entitas adalah tempat penyimpan data, maka entitas yang digambarkan  dalam ERD ini merupakan data store yang ada di DFD dan akan menjadi file data di komputer
- Entitas adalah suatu objek dan memiliki nama. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika objek ini tidak ada di suatu enterprise (lingkungan tertentu), maka enterprise tersebut tidak dapat berjalan normal.
- Contoh, entitas ‘MAHASISWA’ harus ada di lingkungan perguruan tinggi, begitu juga dengan entitas ‘DOSEN’, ‘MT_KULIAH’, dan sebagainya
- Di dalam entitas ‘MAHASISWA’ berisi elemen-elemen data (biodata mahasiswa) yang terdiri atas NPM, NAMA, KELAS, ALAMAT, dan sebagainya. NPM, NAMA, KELAS, dan ALAMAT disebut dengan atribut (field)
- Gambar memperlihatkan bahwa atribut-atribut NPM, NAMA, ALAMAT, dan TGL_LAHIR harus ada di dalam biodata seorang mahasiswa.
- Atribut-atribut TINGGI_BADAN, dan WARNA_RAMBUT adalah atribut-atribut yang boleh tidak ada di dalam biodata mahasiswa (karena tidak penting).
- Sedangkan atribut NAMA_DOSEN adalah atribut yang tidak boleh ada di entitas mahasiswa
- Pada akhirnya, entitas ini akan menjadi file data (yang bersifat master file) di dalam komputer. Master file adalah file utama (yang harus ada, dan sifatnya jarang berubah)
2. Relasi
- Relasi adalah penghubung antara satu entitas (master file) dengan entitas lain di dalam sebuah sistem komputer. Pada akhirnya, relasi akan menjadi file transaksi (transaction file) di komputer
- Secara kalimat logis, contoh relasi yang terjadi di sebuah perpustakaan adalah : “Anggota meminjam buku,” atau “Anggota mengembalikan buku.” Dalam hal ini, Anggota dan Buku adalah entitas, meminjam dan mengembalikan adalah transaksi (relasi antara anggota dan buku).

Erd N Dfd

Erd N Dfd

Perancangan Sistem Database
DFD dan ERD  contoh kasus
  1. PENDAHULUAN
    • Pendekatan secara konsep dari proses pengolahan database.
    • Mulai dari sumber data, aliran data, proses yang dilakukan, dan tujuan aliran data dari hasil proses (baik tujuan akhir maupun tujuan antara).
    • Digunakan diagram alur data ( data flow diagram – DFD) dan diagram hubungan entitas ( entity relationship diagram – ERD).
Pendahuluan DFD ERD Contoh Kasus
  1. Data Flow Diagram - DFD
    • Merupakan tingkatan logis, tanpa harus mempertimbangkan lingkungan fisik tempat data disimpan (misalnya disket atau pita).
    • Menggambarkan sistem nyata berdasarkan aliran data.
DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  1. Simbol DFD DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus 1. Simbol ALUR DATA N a m a
    • Menunjukkan alur
    • data (informasi/
    • objek) yang
    • mengalir.
    • Nama alur data
    • menunjukkan
    • nama data yang
    • mengalir tersebut,
    • dan bisa lebih dari
    • satu.
  2. Simbol DFD - lanjutan
    • 2. Simbol PROSES
    • Menunjukkan tugas/proses yang dilakukan secara manual/otomatis.
    • Simbol Proses menunjukkan alur data yang keluar dan masuk.
    • Nama proses berupa kalimat perintah yakni kata kerja aktif dan diikuti oleh klausa objek untuk menjelaskan proses tersebut.
    • N menunjukkan angka referensi dari proses tersebut.
Nama Proses N DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  1. Simbol DFD - lanjutan
    • 3. Simbol Terminator
    • atau Entitas Eksternal
    • Menunjukkan tempat asal data (sumber) atau tempat tujuan data (Tujuan).
    • Nama entitas eksternal (terminator) ditulis dalam bentuk tunggal.
Nama Terminator DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  1. Simbol DFD - lanjutan
    • 4. Simbol Data store
    • atau Penyimpanan Data
    • Terlepas dari media penyimpanan fisik, simbol ini menunjukkan gudang informasi atau data.
    • Sangat sering terjadi bahwa unsur-unsur data tidak berjalan dari suatu proses ke proses berikutnya secara langsung, melainkan disimpan terlebih dahulu, sementara operasi lainnya atau penyusunan ulang unsur-unsur data terus berlangsung.
Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  1. Simbol DFD - lanjutan
    • 4. Simbol Data store
    • atau Penyimpanan Data
    • Bila data store hanya diperbaharui selama atau sesudah proses tertentu maka untuk menunjukkan arah alur data ke gudang dibuat gambar anak panah yang mengarah pada gudang data tersebut.
    • Bila data dari gudang dipakai pada proses itu, maka kita gunakan satu anak panah yang mempunyai dua arah.
Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  1. Tingkatan DFD
    • Tingkatan pertama disebut dengan Diagram Konteks ( Context Diagram ).
    • Diagram Konteks menggambarkan sistem secara global.
    • Ditetapkan Entitas-entitas eksternal yang terlibat dalam proses, baik sebagai sumber maupun tujuan.
DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  1. Tingkatan DFD - lanjutan
    • Tingkatan berikutnya dikatakan sebagai Digram level nol (Zero Diagram / overview diagram).
    • Memberikan gambaran mengenai proses-proses apa saja yang akan dilakukan dan melibatkan entitas-entitas eksternal yang ada serta data store – data store tertentu.
DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  1. Tingkatan DFD - lanjutan
    • Diagram level 1, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang ada pada diagram level nol, secara khusus. Dimungkin akan muncul proses-proses detilnya.
    • Diagram level 2, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang baru muncul pada diagram level 1, secara khusus. Dalam hal ini juga dimungkinkan akan muncul proses-proses detilnya.
DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  1. Tingkatan DFD - lanjutan
    • Tingkatan berikutnya akan kita definisikan sesuai dengan keadaan dari level sebelumnya, dengan harapan diagram ini akan memberikan pemahaman secara detil atau rinci mengenai sistem yang sedang dikerjakan.
DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  1. DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  2. Kelebihan DFD
    • Adanya pembagian sistem ke dalam sub-sub sistem berdasarkan alur data pada sistem
    • Adanya data store dan alur data (masuk atau keluar) pada sistem
    • Adanya unsur-unsur eksternal, yaitu sumber dan tujuan dari sistem
DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  1. Kelemahan DFD
    • Akan tetapi pada umumnya,
    • DFD tidak menunjukkan :
    • Komposisi alur data dalam sistem
    • Syarat akses data dari data store
    • Keputusan dalam sistem
    • Loop dalam sistem
    • Kalkulasi
    • Kuatitas data dan atau proses
Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  1. Alasan Utama
    • 1. Diagram alur data dapat membantu para analis sistem untuk :
      • meringkas informasi tentang sistem
      • mengetahui komponen kunci tentang sistem dan membantu dalam menentukan fungsi-fungsi yang dapat dipakai kembali
      • membantu perkembangan aplikasi secara efektif
Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  1. Alasan Utama - lanjutan
    • 2. DFD sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dengan analis sistem sehingga sangat mudah untuk melakukan kaji ulang secara terus menerus guna perkembangan aplikasi tersebut.
    • 3. DFD menunjukkan syarat-syarat pengaturan waktu dari berbagai macam proses
Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  1. Contoh Kasus 1
    • Pimpinan POLDA XYZ ingin mengetahui dengan pasti keadaan personilnya (riwayat personil, penugasan, prestasi, penghargaan, dll) secara periodik.
    • Bantulah keinginan KAPOLDA tersebut dalam bentuk perancangan sistem dengan menggunakan DFD & ERD !
DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  1. Jawab Kasus 1
    • Langkah pertama kita buat Diagram Konteks.
    • Diidentifikasi entitas eksternal yang terlibat dalam sistem, yaitu:
        • Personil
        • Pimpinan (KAPOLDA)
    • Sehingga diperoleh Diagram Konteks yaitu :
DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  1. Jawab Kasus 1 - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Sistem Informasi Personil POLDA Data pers. Info tugas, kasus, prestasi Laporan Contoh Kasus
  2. Jawab Kasus 1 - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Cek Personil 1 Data pers. Info tugas, kasus Data pers. Contoh Kasus Penu- Gasan 2 Personil Data pers. Eval & Laporan 3 Info prestasi Data pers., tugas, kasus Tugas Data tugas Laporan Kasus Data kasus
  3. Entity Relationship Diagram - ERD
    • Dibangun berdasarkan persepsi dari dunia nyata.
    • Mengandung kumpulan dari objek-objek yang disebut entity (entitas) dan hubungan antara objek-objek tersebut.
    • Setiap objek bersifat unik, tampak dari atribut-atribut yang dimilikinya.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. ERD - lanjutan
    • Merupakan kelanjutan dari DFD.
    • Entitas diperoleh dari DFD pada tingkatan terkahir, berdasarkan data store nya.
    • Hubungan DFD – ERD : data store (pada DFD) à entitas (pada ERD)
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Komponen Utama ERD
    • Entity (entitas)
    • Relationship
    • Atribut
Nama Entitas Nama Relasi Nama Atribut Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Entitas
    • Entitas adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
    • Entity set adalah kumpulan dari entitas yang sejenis.
    • Entity set dapat berupa :
      • Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan.
      • Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Relationship
    • Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas.
    • Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Atribut
    • Adalah karakteristik dari entitas atau relationship, yang menjelaskan secara detail tentang entitas atau relationship tersebut.
    • Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entitas atau relationship.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Jenis Atribut
    • Key Atribut :
    • Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
    • Atribut Simple :
    • Atribut yang bernilai tunggal.
    • Atribut Multivalue :
    • Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Jenis Atribut - lanjutan
    • Contoh :
Gelar Tg.lahir Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai NRP Nama
  1. Jenis Atribut - lanjutan
    • Atribut Composite
    • Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
    • Atribut Derivatif
    • Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Jenis Atribut - lanjutan
    • Contoh Atribut Composite:
NamaDepan Nama tengah NamaBelakang Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Nama
  1. Jenis Atribut - lanjutan
    • Contoh Atribut Derivatif
Tg.Lahir Umur Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai
  1. Rasio Kardinalitas
    • Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entitas dengan entitas lainnya.
    • Jenisnya :
      • 1 : 1 à satu ke satu
      • 1 : N à satu ke banyak (sebaliknya)
      • N : M à banyak ke banyak
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Rasio Kardinalitas - lanjutan
    • Contoh Hubungan 1 : 1
    • Seorang pegawai memiliki satu kendaraan.
    • Satu kendaraan dimiliki oleh seorang pegawai.
Milik 1 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Kendaraan
  1. Rasio Kardinalitas - lanjutan
    • Contoh Hubungan N : 1 atau1: N
    • Seorang pegawai bekerja pada satu departemen.
    • Satu departemen mempekerja-kan satu atau lebih orang pegawai.
Kerja N 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Departemen
  1. Rasio Kardinalitas - lanjutan
    • Contoh Hubungan N : N
    • Seorang pegawai mengerjakan satu atau lebih proyek.
    • Satu proyek dikerjakan oleh satu atau lebih orang pegawai.
Kerja N N Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Proyek
  1. Contoh Kasus 2
    • Rancanglah ERD dari Kasus Sistem Informasi Personil POLDA XYZ ! (lihat contoh kasus 1..!)
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Jawab Kasus 2
    • Berdasarkan jawab dari kasus 1, diperoleh data store nya yaitu Personil , Tugas dan Kasus.
    • Data store tersebut merupakan entitas pada ERD.
    • Sehingga diperoleh 3 entitas yakni Personil , Tugas dan Kasus, dengan ERD sebagai berikut :
Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  1. Jawab Kasus 2 - lanjutan Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Kerja N 1 NRP Sat Loks K.Sat Nama T.Lhr N.SK Tgl Tkp Lama K.Kss N.Kss Krbn Tgl.K Hasil M Personil Tugas Kasus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar